Berapa Uang yang Dibutuhkan untuk Pensiun?

Artikel
Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Ari Rizwan

Kebanyakan orang tahu mereka harus menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Tapi kalau ditanya berapa tepatnya yang harus dikumpulkan agar bisa pensiun dengan tenang — banyak yang terdiam.

Bukan karena tidak mau menjawab. Tapi karena memang belum pernah menghitungnya.

Kita sering mendengar nasihat “investasi dari sekarang” atau “jangan konsumtif.” Nasihat yang benar, tapi tidak lengkap. Karena tanpa angka tujuan yang jelas, kita hanya berlari tanpa tahu garis finishnya di mana.

Target yang kabur sulit dicapai. Dan itulah masalah utama persiapan pensiun kebanyakan orang.

Target yang Kabur Sulit Dicapai

Bayangkan kita naik ojek online, tapi tidak memasukkan tujuan di aplikasinya. Ke mana pengemudi akan membawa kita?

Begitu juga dengan persiapan pensiun. Kalau kita tidak punya angka yang jelas, kita hanya akan terus menabung tanpa tahu kapan “cukup” itu tercapai. Hasilnya? Sebagian orang merasa tidak pernah siap, lalu menunda terus. Sebagian lain merasa sudah cukup padahal belum.

Kita butuh sebuah formula. Dan formula itu ada.

Mengenal The 4% Rule

The 4% Rule lahir dari sebuah penelitian yang dikenal sebagai Trinity Study, dilakukan pada tahun 1998 oleh tiga profesor dari Trinity University, Amerika Serikat. Mereka menganalisis data pasar saham selama puluhan tahun untuk menjawab satu pertanyaan: berapa persen dari tabungan yang bisa kita tarik setiap tahun tanpa kehabisan uang seumur hidup?

Jawabannya: 4% per tahun adalah angka yang aman.

Artinya, jika total investasi kita adalah Rp 3 miliar, kita bisa menarik 4% dari angka itu — yaitu Rp 120 juta per tahun, atau sekitar Rp 10 juta per bulan — tanpa khawatir uang itu habis dalam 30 tahun ke depan, selama investasi kita tetap tumbuh.

Ini bukan sihir. Ini matematika sederhana yang bekerja karena investasi yang terdiversifikasi dengan baik rata-rata tumbuh melebihi angka penarikan tersebut.

Cara Menghitung Target Kita

Rumusnya mudah sekali:

Target Investasi = Pengeluaran Tahunan × 25

Kenapa 25? Karena 1 dibagi 4% sama dengan 25.

Mari kita pakai contoh nyata. Misalkan pengeluaran bulanan kita saat ini adalah Rp 8 juta. Maka:

  • Pengeluaran tahunan: Rp 8 juta × 12 = Rp 96 juta
  • Target investasi: Rp 96 juta × 25 = Rp 2,4 miliar

Angka Rp 2,4 miliar terdengar besar. Tapi sekarang kita punya target — bukan sekadar harapan kabur untuk “punya banyak uang suatu hari nanti.”

Dan justru di sinilah perencanaan bisa dimulai dengan serius.

Tapi Harga-Harga Akan Naik…

Ini pertanyaan wajar yang sering muncul: bagaimana dengan inflasi?

Jawabannya ada dua. Pertama, asumsi 4% rule sudah mempertimbangkan inflasi rata-rata. Kedua — dan ini yang lebih penting — semakin tinggi saving rate kita hari ini, semakin cepat target itu tercapai, sehingga portofolio investasi kita punya lebih banyak waktu untuk tumbuh.

Satu hal lain yang perlu kita ingat: angka pengeluaran yang kita hitung di atas adalah pengeluaran saat ini. Saat pensiun nanti, kemungkinan besar pengeluaran kita berubah — cicilan rumah mungkin sudah lunas, anak sudah mandiri, dan gaya hidup bisa lebih sederhana. Bagi sebagian orang, target aktualnya bisa lebih kecil dari yang dikira.

Dari Angka ke Aksi

Saya pribadi menggunakan logika 4% rule ini sebagai salah satu acuan dalam merencanakan keuangan. Bukan sebagai satu-satunya patokan, tapi sebagai jangkar — titik referensi yang membuat keputusan investasi hari ini terasa lebih berarti.

Setiap rupiah yang kita investasikan hari ini bukan sekadar “tabungan.” Ia adalah bagian dari angka yang pada akhirnya menentukan kapan kita bisa memilih — apakah terus bekerja karena mau, bukan karena terpaksa.

Pertanyaan yang sederhana tapi jarang dijawab itu, kini punya jawaban yang bisa dihitung.

Kita tinggal mulai menghitungnya.

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *